Saya tak ingin terburu-buru membahas cara mudah mewujudkan IMPIAN, sebab urutannya mesti benar. Pondasinya mesti kuat.

Kali ini kita belajar pondasi membangun kekuatan dari air, ya air. Air yang membangun kekuatan dalam ketenangan.

Tenang seperti air, mengalir sesuai jalur yang disediakan. Di mana ada saluran, disitu air mengalir.

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

Saat dihalangi, air mengisi hingga penuh mengumpulkan seluruh daya sehingga bisa mendorong penghalang dengan kuat. Atau menerobos celah-celah melanjutkan perjalanan ke tempat yang lebih rendah.

Tak ada kepanikan air saat dihalangi. Tak ada kebingungan saat tak ada celah. Air tetap tenang, menunggu momentum untuk terus mengalir ke tempat rendah.

Demikianlah kita saat ada penghalang, tetap tenang mengumpulkan daya dengan terus bergerak, beramal, berkontribusi kepada sesama.

Membantu mereka yang membutuhkan, dimulai dari orang terdekat: keluarga. Menjadi solusi untuk masalah yang paling sederhana, lalu meningkat ke masalah yang lebih rumit sesuai kemampuan.

Tenang, tenanglah. Saat tak mampu menghadirkan solusi, artinya belum cukup kemampuan. Tenanglah seperti air, asah terus keahlian hingga menjadi kekuatan yang mendobrak semua penghalang.

Air senantiasa mengalir ke tempat rendah. Itu hukumnya. Itu tugasnya. Itu ketetapan dari Penciptanya.

Manusia berkontribusi kepada orang yang lebih membutuhkan, itu hukumnya, itu tugasnya, itu ketetapan dari Penciptanya.

Berkontribusi mengajar anak dengan lembut dan sabar, berkontribusi melayani pasangan atau orang tua dengan ramah dan menyenangkan.

Tak mampu membelikan barang mahal, setidaknya menciptakan keharmonisan dan kedamaian di rumah. Ambillah peran yang ringan bila tak mampu peran yang berat.

Terus bergerak, terus berkontribusi, dengan cara itu kemampuan terus terasah hingga mampu memberi solusi untuk masalah yang sebelumnya dianggap berat dan sulit.

Bagi air, daya dorong meningkat saat mengumpulkan massa air lebih banyak. Bagi manusia, daya dorong meningkat saat berkontribusi kepada semakin banyak orang.

Kuncinya sama: terus bergerak dalam ketenangan. Air tenang karena bukan makhluk, tak ada nafsu tak ada hasrat, pun tak kenal rasa.

Kita tenang karena punya Tuhan, menundukkan nafsu, hasrat, dan rasa pada keihklasan dan kepasrahan kepadaNya.

Maka selain terus (bergerak) berkontribusi, sumber kekuatan kita adalah terus belajar mengenalNya, berproses menjadi ikhlas dan pasrah.

Jadi jangan timpang, seperti fokus belajar mengasah kemampuan. Ikut pelatihan bisnis berjuta-juta, membangun relasi hingga ke tokoh terkenal. Tapi abai belajar mengenalNya.

Pun tak bisa fokus kepada Tuhan saja, belajar mengaji setiap saat tapi tak mau berkontribusi kepada sesama.

Kekuatan kita ada pada keseimbangan dua hal: kontribusi kepada sesama dan mendekatkan diri kepadaNya.

Semakin besar pengaruh kita kepada sesama, semakin ikhlas dan pasrah kepadaNya, semakin besar kesuksesan yang bisa kita raih.

Seperti air, menjadi perpanjangan tangan Tuhan menghidupkan bumi, kita pun bisa menjadi saluran Tuhan menghidupi banyak orang.

Kembali ke kunci: kontribusi kepada sesama dan ikhlas serta pasrah kepada Tuhan. Ini pondasinya.

Wallahu’alam.

Depok, 16 Juni 2019

Ahmad Sofyan Hadi

(Bagian I-IV ada di Channel Telegram Kelas Afirmasi Online
t.me/KelasAfirmasiOnline)


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.