Saya yakin bahwa diantara teman-teman ada yang memiliki target pencapaian sebelum lebaran ini. Apakah itu omzet, laba, atau ikut kelas BehinDsign ūüėĀ

Lalu sangat teramat sangat target itu tercapai, sampai bela-belain rajin ibadah seperti tilawah dan shalat malam, bahkan menambah durasi doa, yang biasa paket ekspres robana atina, sekarang sudah pakai bahasa hati, dihayati lama sekali.

Saya tak ingin mendahului takdir Allah apakah target itu akan tercapai atau tidak, tapi izinkan saya share tentang kekeliruan PERSEPSI dalam berdoa.

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

Kita berdoa dengan sangat yakin bahwa apa yang kita pilih dalam doa itu baik. Sangat baik malah, sehingga kalau tidak tercapai bisa membuat kita rugi.

Bahkan seringkali doa kita adalah upaya menghindari prediksi “kesakitan” semisal gagal mengembalikan kebaikan atau dalam bahasa Pak Nas menunaikan amanah.

Bisa juga prediksi kesakitan itu adalah pulang kampung dengan tangan hampa, menduga pasti malu saat ditanya keluarga.

Jadi berdoa agar omzet penjualan yang tinggal beberapa hari ini cukup untuk menyelamatkan kehormatan diri dan keluarga.

Bahkan sangat mungkin bagi Anda yang tidak berjualan, pun berdoa dapat untung besar sebelum lebaran ini, entah dari mana demi lembar-lembar lima ribuan untuk dibagikan ke keponakan: menjaga harga diri.

Tapi ada yang keliru disini. Coba cek pengalaman masing-masing, diantara banyak doa yang pernah dipanjatkan, berapa persen terkabul persis isi doa?

Saya yakin sedikit. Pengalaman soalnya he..he..

Apa sih sebabnya? Lanjutkan membaca ya, sekalian share bila tulisan ini bermanfaat.

Semakin kuat berdoa, semakin sangat ingin terjadi, tak sadar pikiran bawah sadar membayangkan hal sebaliknya.

Saat Anda berdoa “ya Allah berilah omzet sekian agar bisa pulang kampung dengan membawa kebahagiaan untuk orang tua”, tak sadar pikiran justru membayangkan ‘bagaimana kalau pulang kampung dengan tangan hampa? Bagaimana kalau orang tua kecewa bahkan malu?’

Karena muncul pikiran itu, doa tambah kenceng, tepatnya tambah maksa “Ya Allah, tolong‚Ķ Tolong‚ĶTolong ya Allah agar omzet naik menjadi sekian‚Ķ”

Kemudian agar doa terkabul, ibadah ditambah termasuk tilawah, tidak tanggung-tanggung 5 juz per hari.

Tapi tak sadar, dorongannya adalah ketakutan akan pulang kampung dengan rasa malu dan mengecewakan. Tak sadar justru itu yang terbayangkan.

Tambahan ibadah tak sadar hanyalah pelarian untuk menenangkan diri dari ketakutan itu lalu “memaksa” Allah agar menjalankan skenario sendiri.

Salahnya dimana?

Salahnya adalah mengikuti ketakutan itu dengan cara menyiapkan skenario penyelamatan yang kemudian menjadi materi doa.

Padahal yang benar adalah hapus ketakutan itu! Semakin dipercayai, semakin kuat ketakutan itu mendominasj pikiran, semakin Anda kencang berdoa.

Atau dengan kata lain, Anda berdoa karena membayangkan ketakutan alias mengafirmasikan kesakitan.

Ketakutan atau kesakitanlah yang menjadi prasangka Anda dan Allah sesuai prasangka hambaNya.

Sampai disini paham ya…

Lalu bagaimana agar doanya terkabul? Lepaskan pikiran dari ketakutan, sebab takut artinya memikirkan yang ditakutkan.

Inilah pentingnya ikhlas dan berhenti mensugesti pikiran “ikhlas itu sulit”, ikhlas itu mudah bila terus menerus disugestikan MUDAH.

Sekarang mari kita pecah masalahnya. Anda berdoa hakikatnya menghindari ketakutan, sebuah prasangka bila tidak mencapai A maka akan mengalami B.

B inilah yang Anda hindari, sebab mempersepsikan B akan terjadi. Padahal masa depan hanya Allah yang tahu.

Apakah omzet tidak tercapai sama dengan tidak mendapatkan uang? Apakah tidak mendapatkan uang sama dengan tidak bisa membahagiakan orang tua/keluarga?

Apakah pulang kampung dengan tangan hampa pasti membuat kecewa keluarga? Apakah tidak pulang kampung adalah keburukan?

Hakikatnya kita tak bisa memastikan sebab akibat itu yang terjadi, sekali lagi, hanya Allah yang Maha Tahu.

Jadi hapuslah logika sebab akibat itu. Caranya?

Bayangkan hal yang Anda takutkan lalu ucapkan “aku mengasihimu, aku menyesal, maafkan aku, terima kasih” sampai benar-benar merasa lega.

Anda bisa juga membayangkan orang-orang yang Anda cintai, yang diduga akan kecewa bila Anda ‘gagal’ lalu ucapkan hooponopono tadi, sampai benar-benar plong.

(Anda bisa mendengarkan audio tentang hooponopono lebih lengkap di t.me/KelasAfirmasiOnline)

Bila sudah plong, sekarang bersiaplah untuk doa yang menjadi dasar pengabulan doa-doa lain:

Misal nama Anda Ahmad Sofyan Hadi,

Sebut dengan lembut nama lengkap Anda lalu ucapkan

“Kamu hebat, kamu sudah berusaha kuat sepanjang tahun ini. Kamu benar-benar membela keluarga, aku kagum sekali.

Kamu hebat Ahmad Sofyan Hadi, orang lain belum tentu mampu mengerjakan yang kamu kerjakan.

Kamu mengagumkan, aku berterima kasih kepadamu, terima kasih Ahmad Sofyan Hadi, terima kasih banyak, kamu pahlawanku.”

Biarkan kata-kata itu menembus jiwa Anda, mengobrak abrik semua perasaan kalah dan minder.

Hakikatnya Anda hebat dengan semua pencapaian yang pernah diraih. Anda menang di semua lini pertarungan, Anda pahlawan sebenarnya.

Lanjutkan ucapkan ini,

“Ahmad Sofyan Hadi, tak apa orang tak melihat kehebatanmu, tak apa orang menilai salah tentang kamu. Tapi aku tahu kamu jauh lebih hebat dari yang mereka tahu.

Aku percaya dengan semua yang kamu usahakan, aku mendukungmu, aku mencintaimu, maafkan aku baru kali ini mengakuinya‚Ķ Terima kasih sayang‚Ķ”

Lalu ucapkan hooponopono dengan membayangkan diri sendiri. Buang semua sisa-sisa rasa tak berharga, bersihkan perasaan sebersih-bersihnya.

“Ya Allah, terima kasih atas rizki Mu selama ini, terima kasih atas kekuatanMu yang KAU sisipkan dalam tubuhku, terima kasih atas petunjukMu sepanjang hidupku. Terima kasih atas penjagaanMu, terima kasih atas cinta dan kasih sayangMu, maafkan ya Allah aku salah menilaiMu selama ini‚Ķ”

Lanjutkan dengan hooponopono membayangkan sosok Maha Kuasa di depan Anda. Tak perlu dipikirkan, lakukan saja.

Bila Anda sudah plong, silahkan berdoa apa pun.

Doa Anda terkabul itu baik, atau hal lain yang terjadi pun baik. Sebab Allah senantiasa menjaga dan mencintai Anda.

Percayalah kepada Allah, bukan kepada logika Anda.

Wallahua’lam


Bagi Anda yang ingin menguasai kemampuan terapi mentalblock, bisa gabung di BehinDsign dengan upgare membership Anda.


2 Comments

ziki syahputra · June 4, 2019 at 3:07 am

Success full &go to macca

    Ahmad Sofyan Hadi · June 4, 2019 at 5:46 am

    Aaamin

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.