Niat bercanda atau niat serius, sama-sama energi yang ketika dinyatakan baik dengan ucapan maupun tindakan, terlempar ke masa depan dan berubah wujud menjadi kejadian, sosok, atau benda-benda sejenis.

Contohnya bercanda seperti ini, “ngapain takut sama hutang gede, kan punya bisnis gede!” Ternyata membuat si penuturnya benar-benar terlilit hutang yang dia sendiri kesulitan membayarnya.

Bukankah “hutang gede” artinya hutang yang jauh lebih besar dari kemampuan membayar?

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

Itu sebabnya dalam agama Islam, tidak boleh mengeluarkan kata-kata cerai sekalipun bercanda, sebab hukumnya sudah talak.

Ini menandakan, bercanda atau serius sama-sama memiliki akibat serius. Saya menyebutnya “memiliki energi yang sama”.

Sekarang, saya ingin mengoreksi kalimat berikut ini

“Saya hanya mampu membayar dengan doa.”

Kalimat diatas sering saya dengar dalam candaan dengan banyak variasi kalimat tapi dengan kalimat inti “membayar dengan doa”.

Kalimat diatas disampaikan oleh seseorang yang merasa menerima kebaikan luar biasa dari orang lain tapi tak mampu membalas. Bukan tak ingin, tapi merasa tak mampu. Catat.

Lalu, ia pun menyatakan kalimat “saya hanya mampu MEMBAYAR dengan doa”, artinya ada niat membayar tapi tidak dengan uang seperti kebanyakan pembayaran, melainkan dengan doa.

Bagi si penerima ucapan itu, jelas tidak masalah. Toh kebaikan yang diberikan memang sudah sejak awal diniatkan ikhlas.

Tapi bagi si penutur, ini masalah besar.

Kenapa?

Simak terus ya sampai tuntas.

Membayar dengan doa disebabkan merasa diri tak sanggup membayar dengan uang atau dengan barang senilai itu.

Pertanyaanya, mau sampai kapan mempersepsikan diri sendiri tak mampu?

Sebab sebuah ucapan ketika sudah dinyatakan, ia terlempar ke masa depan yang kita sendiri menuju ke sana.

Artinya, kita menuju masa depan akan menemui ucapan sebelumnya tadi, tapi dengan wujud berbeda tapi semakna!

“Membayar dengan doa” yang diucapkan sekarang adalah memilih situasi tidak sanggup membayar selain dengan doa di masa berikutnya.

Apalagi kalau ucapan itu sering dinyatakan ke banyak orang dalam rentang waktu yang berbeda.

Artinya mengalami situasi tak memiliki uang/barang sehingga lagi-lagi hanya mampu membayar dengan doa di masa berikutnya.

Faktanya kita berjalan -terus berjalan- dalam sebuah perjalanan waktu. Maka makna SEKARANG akan menjadi TADI begitu terlewat beberapa menit.

“Sekarang saya memang tidak sanggup membayar dengan uang.”

Kata SEKARANG saat diucapkan sambil berjalan di perjalanan waktu, menjadi AMBIGU, tidak jelas.

Sama seperti pernyataan DISINI bagi seorang sopir yang melaju di jalan tol. Kecuali, ia berhenti di rest area lalu berkata DISINI.

Tapi dalam perjalanan waktu, bukankah tak pernah detak jarum jam berhenti? Selalu terus berdetak yang artinya kita tak pernah berhenti.

Jadi makna SEKARANG adalah AMBIGU alias tidak jelas. Kecuali kata TADI, jelas mengisyaratkan waktu sebelumnya.

Itu sebabnya saya selalu membuat penanda waktu KEMARIN atau TADI untuk menjelaskan pengalaman yang sudah dialami.

Contoh, Saldo tabungan BCA saya Rp 11.000-an TADI.

Saya belum punya uang TADI.

Kenapa sih mesti membuat penanda waktu TADI?

Sebab saat Anda menyatakan dengan kata SEKARANG, padahal waktu terus berjalan, artinya Anda MEMUTUSKAN untuk mengalami selamanya sampai Anda mengganti kalimatnya.

Jadi mengucapkan kalimat “saya hanya mampu membayar dengan doa” adalah KEPUTUSAN untuk tidak memiliki sesuatu yang bernilai selain doa.

Itu sebabnya banyak orang tidak punya uang sebab mereka MEMUTUSKAN melalui ucapannya sendiri.

Padahal Allah tidak menciptakan kemiskinan, hanya keberlimpahan dan kecukupan.

Pun, Allah tidak menganiaya hambaNya. Hamba itulah yang menganiaya dirinya sendiri. Jadi perbaikilah ucapan Anda.

Wallahu’alam

Depok, 14 September 2019

Ahmad Sofyan Hadi


3 Comments

Vera Herlina · January 31, 2020 at 2:01 pm

Melihat kedepan,selalu lebih baik

Vera Herlina · January 31, 2020 at 2:05 pm

Melihat kedepan,melakukan yang terbaik dlm segala hal

    wiwin.wikanda · July 1, 2020 at 11:08 pm

    Melakukan sesuatu dengan bismillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.