Membayar dengan Doa

Niat bercanda atau niat serius, sama-sama energi yang ketika dinyatakan baik dengan ucapan maupun tindakan, terlempar ke masa depan dan berubah wujud menjadi kejadian, sosok, atau benda-benda sejenis. Contohnya bercanda seperti ini, “ngapain takut sama hutang gede, kan punya bisnis gede!” Ternyata membuat si penuturnya benar-benar terlilit hutang yang dia Read more…

“Saya Sedang Mentok!”

Kalau sedang tak ada uang, ada yang menagih, lalu bisnis pun tidak menghasilkan, jangan bilang “saya sedang mentok”. Sebab kalimat itu adalah afirmasi. “Emang mentok kok!” Sementok apa sih? Emang nafasnya sudah mentok? Kalau belum, artinya hidup belum mentok. Kan nafas parameter hidup. Repot kalau ucapan “saya sedang mentok” diaminkan Read more…

Selftalk: Membongkar Rahasia Bahasa Pikiran (II)

(Tulisan ini lanjutan dari https://behindsign.com/selftalk-membongkar-rahasia-bahasa-pikiran/) Mungkin Anda bertanya, bagaimana mengenali SelfTalk sendiri? Mudah, caranya jawab pertanyaan ini DENGAN CEPAT. Ingat, jawab DENGAN CEPAT agar apa pun yang dijawab pikiran saat itu, itulah yang sebenarnya dirasakan oleh Anda. Dalam skala 0-10, dimana 0 tidak sama sekali dan 10 amat sangat full Read more…

(Persepsi) Menyalahkan

Menyalahkan orang lain sama saja dengan mempersepsikan “orang lain berkuasa atas diri saya” atau “saya lemah di hadapan orang lain.” Maka orang yang sering menyalahkan, akhirnya “memutuskan” untuk tidak memiliki daya atau kemampuan untuk mengubah dirinya sendiri atau beradaptasi dengan lingkungan. Semakin sering menyalahkan orang lain, terutama dengan ucapan, semakin Read more…

Anak dan Mangkuk

“Saya pernah mendapatkan penghasilan Rp 200 juta sebulan, tapi itu dibayar dengan kesibukan yang sangat luar biasa. Saya tak sempat bermain dengan anak-anak saat mereka masih kecil. Sekarang anak-anak sudah besar, sudah punya dunia sendiri. Rasanya sedih melihat orang lain bisa bermain dengan anak-anaknya lalu memajang fotonya di facebook.” Saya Read more…

Bisikan Tuhan (VI)

Melanjutkan tulisan kemarin “Belajar dari Air“, saya teringat dengan kisah Nabi Musa. Pasrah itu artinya mengalirkan bayi ke sungai Nil seperti yang dilakukan ibunda Musa dengan penuh percaya kepada Allah SWT. Percaya bahwa bayi suci itu akan selamat seperti jaminanNya. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa berlaku pasrah bila merasa tak pernah Read more…