Listrik diperlukan oleh sistem saraf untuk mengirim sinyal ke seluruh tubuh dan ke otak, sehingga memungkinkan bagi kita untuk bergerak, berpikir dan merasakan.

Pertanyaannya, bagaimana sel mengontrol arus listrik?

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

Unsur-unsur dalam tubuh kita, seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium, memiliki muatan listrik tertentu.

Hampir semua sel kita dapat menggunakan elemen bermuatan unsur di atas, yang disebut ion, untuk menghasilkan listrik.

Isi sel dilindungi dari lingkungan luar oleh membran sel. Membran sel ini terdiri dari lipid yang menciptakan penghalang yang hanya dapat dilintasi oleh zat tertentu untuk mencapai bagian dalam sel.

Tidak hanya fungsi membran sel sebagai penghalang untuk molekul, lipid juga bertindak sebagai cara bagi sel untuk menghasilkan arus listrik.

Sel diam bermuatan negatif di bagian dalam, sedangkan lingkungan luar lebih bermuatan positif.

Ini disebabkan oleh sedikit ketidakseimbangan antara ion positif dan negatif di dalam dan di luar sel.

Sel dapat mencapai pemisahan muatan ini dengan membiarkan ion bermuatan mengalir masuk dan keluar melalui membran. Aliran muatan melintasi membran sel inilah yang menghasilkan arus listrik.

Sel mengontrol aliran elemen bermuatan khusus melintasi membran dengan protein yang duduk di permukaan sel dan menciptakan celah bagi ion tertentu untuk melewatinya.

Protein ini disebut saluran ion. Ketika sel dirangsang, ini memungkinkan muatan positif untuk memasuki sel melalui saluran ion terbuka.

Bagian dalam sel kemudian menjadi lebih positif, yang memicu arus listrik lebih lanjut yang dapat berubah menjadi cadangan listrik, yang disebut potensial aksi.

Tubuh kita menggunakan pola potensial aksi tertentu untuk memulai gerakan, pikiran, dan perilaku yang benar.

Gangguan arus listrik dapat menyebabkan penyakit. Misalnya, agar jantung memompa, sel-sel harus menghasilkan arus listrik yang memungkinkan otot jantung berkontraksi pada waktu yang tepat.

Dokter bahkan dapat mengamati denyut listrik di jantung menggunakan mesin, yang disebut elektrokardiogram atau EKG.

Arus listrik yang tidak teratur dapat mencegah otot jantung berkontraksi dengan benar, menyebabkan serangan jantung.

Ini hanyalah satu contoh yang menunjukkan peran penting listrik dalam kesehatan dan penyakit.

Tulisan diatas adalah terjemahan bebas dari artikel www.graduate.umaryland.edu, saya menerjemahkan dengan google translate dengan sedikit penambahan.

Intinya adalah tubuh kita dibuat dengan sedemikian rumit dan sangat presisi sehingga kita bisa bergerak seperti sekarang.

Di Ramadhan ini, Anda boleh menghabiskan seharian dengan tidur atau main game, atau menggunakannya untuk belajar atau membaca Al Qur’an.

Kedua sama-sama menggunakan energi listrik yang dihasilkan sel tubuh kita.

Orang kaya atau orang miskin, orang sukses atau orang gagal, sama-sama memiliki sumber listrik yang sama sebagai modal awal untuk bergerak, berfikir, dan merasakan.

Jangan bilang Tuhan tidak adil, sebab -sekali lagi- modal kita sama. Tapi memang pola asuh dan lingkungan membuat kita berbeda dalam cara memanfaatkan potensi hebat diatas.

Ada yang fokus bertani seperti ibu mertua saya, dia tahu cara menanam cengkeh, merawat, memanen, serta menjualnya.

Saya sendiri memilih menulis daripada disuruh metik cengkeh berkarung-karung dan membawanya dari kebun di bukit ke rumah.

Sekali lagi, pola asuh dan lingkungan membuat kita berbeda dalam memanfaatkan potensi diri sendiri.

Tapi, tak perlu meratapi diri sendiri apalagi menyalahkan orang tua dan atau lingkungan saat potensi kita dirasa belum berkembang.

Melainkan segera ambil keputusan untuk upgrade diri. Potensi listrik dalam tubuh kita ibarat generator yang belum aktif.

Ambillah tanggung jawab untuk mengembangkan potensi diri sendiri, MULAI SEKARANG!


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.