Menyalahkan orang lain sama saja dengan mempersepsikan “orang lain berkuasa atas diri saya” atau “saya lemah di hadapan orang lain.”

Maka orang yang sering menyalahkan, akhirnya “memutuskan” untuk tidak memiliki daya atau kemampuan untuk mengubah dirinya sendiri atau beradaptasi dengan lingkungan.

Semakin sering menyalahkan orang lain, terutama dengan ucapan, semakin “mengafirmasikan” lemahnya kemampuan diri sendiri.

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

“Aku cerai karena mantanku kasar suka memukul.”

“Anakku sering membuatku marah!”

“Aku dipecat gara-gara bos sableng!”

Semakin sering diucapkan, semakin mengafirmasikan “aku dikendalikan orang lain” dan itulah yang akan terjadi selanjutnya.

“Kenapa kamu hidup susah?”

“Yah zaman sekarang ekonomi serba sulit, Mas.”

Kalimat diatas adalah afirmasi untuk tergilas oleh kondisi ekonomi. Pikiran diprogram agar mewujudkan diri sendiri yang lemah dan tak berdaya.

Tentu Anda tidak mau bukan?Sekarang, bagaimana memperbaikinya?

Hal pertama adalah mengambil tanggung jawab, dengan cara MENGUCAPKAN:

Saya adalah penguasa hidup saya.

Saya adalah pengendali hidup saya.

Saya bertanggung jawab penuh atas hidup saya.

Saya memilih bertanggung jawab terhadap apa pun kondisi hidup saya.

Ucapkan berulang dengan keras, sampai Anda benar-benar sadar dengan kesadaran penuh bahwa Anda-lah pemegang hidup sendiri.

Lalu UCAPKAN,

Saya memutuskan menerima diri saya apa adanya.

Saya mencintai diri saya apa adanya.

Saya memilih menerima kesalahan saya dan memperbaikinya.

Saya memiliki daya untuk memperbaiki hidup saya.

Saya memutuskan menjadi berdaya dan kemampuan memperbaiki hidup saya.

Lalu ucapkan berulang kali “aku mengasihimu, aku menyesal, maafkan aku, terima kasih.” Sampai benar-benar lega.

Menerima diri sendiri apa adanya, mengakui dan menerima kesalahan sendiri dengan tetap mencintai diri sendiri, adalah awal menjadi kuat dan berdaya.

Maka bila Anda muslim, lanjutkan dengan membaca Al Qur’an atau kitab suci bagi agama lain.

Sebab tak ada yang paling mencintai Anda kecuali TUHAN. Maka dekati DIA dan rasakan cintaNya. Anda harus dekat dengan sumber kekuatan itu: TUHAN.

Sekarang, tata lah ucapan Anda dengan mengambil tanggung jawab atas hidup sendiri.

“Saya cerai untuk mendapatkan suami baru yang penyayang dan bertanggung jawab.”

“Saya akui sering tersulut emosi oleh sikap anak, tapi mulai sekarang saya memutuskan untuk tetap meluaskan hati dan melihat anak dari sudut pandang berbeda.”

“Saya keluar kerja untuk mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik dan menyenangkan.”

“Kenapa kamu hidup susah?”

“Bukan susah mas, hanya memang belum mudah. Tapi insya Allah kedepannya banyak kemudahan yang aku terima. Terima kasih atas perhatiannya ya.”

Wallahu’alam

Ahmad Sofyan Hadi


1 Comment

fauziahasmaul8 · June 26, 2019 at 5:34 am

Wow amazing……

Leave a Reply to fauziahasmaul8 Cancel reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.